Jumat, 23 September 2011

       My best friend ANA




         aku,vanes,dan anggie adalah sahabat. 
kami berasal dari SD yang sama, dan kebetulan kami masuk SMP yang sama , awalnuya memang kami tidak begitu dekat. karena berbeda kelas sewaktu SD, entah karena apa kami menjadi dekat dan sering curhat curhatan , maklum sajalah remaja jaman sekarang, tapi sering kali kami saling meledek karena sebuah cerita . 
biasanya sih, kami pulang sekolah bareng , sambil bercerita di angkot , entah tentang pelajaran, teman teman, atau pun kejadian lucu di sekolah.
       waktu itu, kami pulang sekolah , dengan berjalan kaki , biar bisa ngobrol lebih lama . gak biasanya itu anngie senyum senyum sendiri , karena heran , aku tanya aja
"ang? knapa sih? senyum senyum aja, ksambet yak?"
" yeeee . . . enak aja, emang gak boleh apa senyum?!
"boleh sih, tapi kan gak biasanya loe kayak gitu.. ."
"hehehehehehehehe "
"yah , di tanya malah, ktawa aja sih. . "
"biarin , biar seneng . . "
       aku dan vanes sih menduga dia itu lagi suka sama seseorang maklumin aja, itu sih, kebiasaan remaja.
aku dan vanes juga merasakan halk yang sama dengan teman kami itu .jadinya setiap pulang sekolah , hal kayak gitu jadi topik pembicaraan, sampe sampe kalo lagi hari libur , biasanya vanes dan anggie main ke rumah ku , sampe sore . .  wah , gak takut di marahin tuh?hehehehehe, tapi gak apa apa , kita itu kumpul  bukan buat ngomongin cowo kok, paling buat nge-share aja , gimana belajarnya , atau apa lah .
        buat kita ngabisin waktu bareng bareng itu adalah hal yang paling menyenangkan. bisa curhat , cerita cerita , ketawa bareng , sedih sedihan bareng pkokoknya kita  saling melengkapilah, . . 
buat kita, kalo udah kumpul itu seharian cuma berasa satu jam ajah . . .tapi itu semua gak belangsung lama karna ayahnya vanes harus pindah tugas ke daerah , jadi dia harus ikut orang tuanya, hhhhhmmmmmmm
di situ aku , vanes , dan anggie ada dalam suasana yang gak enak banget , karena udah biasa bareng bareng , tapi tiba tiba vanes harus pindah . . . meskipun berat hati , kita semua harus terima, biar gimana pun itu emang yang terbaik buat dia.

"ang,ar . . .:( "
"kenapa, van?"
"kan bentar lagi gue pindah nih,kalian jangan lupain gue ya . . ."kata vanes dengan mata yang berkaca kaca.
"ialah , van . . . masa setelah apa yang udah kitalakuin bareng bareng kita bisa lupain loe gitu aja?!gak mungkin van.!" sahut ku 
"tenang van, kita kan tetep bisa sms-an, telpon telponan . . ! iya kan, ar?
"iap. . . tentunya , nanti gue kasih info deh tentang diaaaaaaa . . hehehehe!" ujar ku sedikit menghibur
"hehehe . ..  bisa aja lo  . .! sedikit tersipu malu.
           kami selalu membicarakan kepindahannya, sampe vanes beneran pindah , tapi  kita tetap contack contackan , jadi rasa kangen kita bisa sedikit terobati , meskipun entah kapan kita bisa ketemu lagi , tapi semoga suatu saat kami bisa bertemu dalam keadaan yang paling bahagia. . .
           we are the best friends forever.today, tomorrow, and forever . . .:) 








 


Kamis, 22 September 2011






Malam yang begitu indah tak mampu menghapus kebimbanganku akan cinta. Aku tak pernah mengerti arti cinta yang sebenarnya. Aku selalu terluka sebelum aku merasakannya. Indahnya disayangi belum pernah aku dapati. Kenapa aku selalu mencintai orang yang tak mencintaiku, sementara aku selalu menyia-nyiakan orang yang menyayangiku dengan tulus. Apakah ini karma untukku? Hatiku begitu bimbang, perasaanku begitu jelas terpancar diwajahku. 


Malam minggu yang begitu ramai di kota tua tak sedikitpun membuyarkan keresahan hatiku. Maya begitu setia menemaniku. Kami berdua hanya terdiam diramaian kota tua. Maya tak mengeluh meski selama berada ditempat ini aku hanya terdiam. Maya tak berhenti bercerita, walau ku tak mendengarnya dia tetap bercerita. Maya teman terdekatku selama di Jakarta. Dikota ini aku jauh dari orang tua maupun sanak saudara, jadi Maya lah tempatku bersandar.

Rasa bimbangku mulai berkurang ketika kulihat sekumpulan anak muda yang sedang beratraksi sepeda. Mereka begitu ceria beratraksi, seakan tak ada beban yang mereka pikul. Keceriaan mereka seakan menyadarkan aku , kita tak harus sedih untuk sesuatu yang semu. Begitu hebatnya para bikers itu, aku ingin mengenalnya walau hanya untuk teman.  He, he, he

Tak terasa malam sudah kian larut, saatnya aku dan Maya pulang. Saat kembali ke messku, aku kembali dirundung dilema. Aku sangat bingung dengan perasaan yang aku rasakan. Aku memiliki teman cowok yang sangat dekat dengan ku Indro biasa ku panggil dia. Aku sangat dekat dengannya, bahkan melebihi seorang sahabat. Terkadang sahabatku cemburu ketika dia ngobrol denganku. 

Dia selalu menuruti semua apa yang kuminta darinya. Namun aku tak tau apa dia memiliki perasaan yang berbeda kepadaku. Dulu aku tak pernah menyadarinya, justru aku suka kepada sahabatnya. Rifki pria idaman semua wanita disekolahku yang aku suka. Namun karena kesalahanku dimasa lalu mungkin membuatnya ilfeel kepadaku. Dulu diawal masuk SMA, aku pernah iseng-iseng nembak dia. Namun saat itu dia menanggepin dengan serius, sehingga membuatku merasa bersalah sampai sekarang.

Sudah dua tahun aku naksir berat pada Rifki. Namun kayaknya Rifki tak pernah memperdulikan aku. Dia selalu membuatku cemburu, dengan mengajak teman2 ceweku ngobrol, sementara aku terus-terusan dicuekin. Perasaan itu harus kurasakan selama kurang lebih 3 th. Kita terus-terusan sekelas, dan dia tetep dengan sikap dinginnya kepadaku. 

Aku tak pernah ngerti kenapa dia bisa segitunya kepadaku? Sampai sekarang pun aku masih bertanya kenapa dia memperlakukan aku seperti itu. Tapi itu tak menciutkan diriku, karena semasa SMA ku memiliki banyak sahabat yang selalu mendukung semua yang apa kukerjakan termasuk Indro. Sehinnga aku sedikit tak mempedulikan Rifki, walau aku sebenarnya tersiksa juga.

Diawal aku mulai kerja, aku ingin sekali ada seseorang yang dekat denganku menanyakan gimana hari pertama kerja? Setelah kutunggu ternyata orang pertama menanyakan hal itu adalah Indro. Ketika perpisahan sekolah aku merasakan ada perasaan aneh kepada Indro. Aku ngrasa dia adalah bagian dari hidupku yang susah aku tinggalkan. Mungkin karena perhatiaanya yang berlebihan semasa sekolah dulu, membuatku ingat kepada dia. Semakin berjalannya waktu dan jauhnya tempat kita berada membuatku semakin merindukan keusilannya dan kata-katanya ketika dia bercanda denganku.

Apakah sebenarnya Indro memiliki perasaan yang sama denganku. Aku begitu sulit melupakannya. Melupakan Rifki jauh lebih mudah ketimbang harus melupakan Indro. Hanya Indro yang membuatku sampai meneteskan air mata. Sebelumnya aku belum pernah menangis karena cinta. Indro satu-satunya pria yang selalu mempermainkan perasaanku. Tapi entah kenapa aku selalu dapat memaafkannya. Aku heran dengan diriku yang sekarang?? Aku begitu rapuh dihadapan Indro. Walau ku mencoba mengalihkan pandanganku kepada Pria lain, namun akhirnya bayangan Indro yang kembali muncul.

Sudah hamper 6 bln aku tinggal diJakarta, namun belum juga kutemukan perasaan sedalam kepada Indro. Aku sebenarnya ingin mengetahui perasaan Indro terhadapku. Jika memang dia menganggapku hanyalah sahabatnya aku akan terima. Namun jangan bimbangkan hatiku seperti ini? Sampai akhir tulisan inipun aku belum menemukan jawaban atas perasaanku terhadap Indro. Namun aku akan mencoba menganggap Indro menjadi Sahabat terindahku, dirimu takkan bisa digantikan dengan siapapun. Thanks Ndro’ engkau telah membuatku mengubah persepsiku kepada dirimu.



Selasa, 20 September 2011


INI SAHABAT

Sahabat ...
Kata itu selalu ada dalam hati ini
Selalu tersimpan dalam lubuk hati ini
Bukan hanya sekedar kata
Tapi jauuuuuuh lebih dari itu
Ku anggap kalian lebih dari saudara
Jika saja perpisahan membuat kita jauh
Membuat kita seakan tak seakrab dulu
Tak ada yang perlu disalahkan
Waktu dan keadaan yang membuat jadi seperti sekarang ini
Kurangnya kebersamaan membuat kita retak
Membuat kita sedikit jauh
Membuat kita merasa tak saling peduli lagi
Membuat kita merasa seakan di cuekkan ,,, dan di acukan 

Tapi... Itu semua salah besar
Yang harus kau tahu ...
Jauh didasar hati yang paling dalam
Aku sayang kalian
Kalian adalah segalanya ...
Dalam duka
Senang,,,
Sedih
Canda dan tawa telah kita lewati bersama
Dan nyatanya tanpa aku sadari kalian selalu ada buatku
Itulah yang membuatku tak akan pernah lupa dengan kalian ....
Walau waktu telah berlalu...
Walau kita tak pernah bersama lagi seperti dulu
Aku tak akan pernah lupa dengan persahabatan kita .... 

Sulit dan amat teramat sulit menemukan sosok sahabat seperti kalian...
Maafkan semua kesalahanku
Maafkan jika kesalah pahaman membuat ada benci diantara kita
Maaf... maaf... ,maaf ...
Hanya itu yang bisa ku ucap ....
sebagai manusia yang tak lepas dari salah 

Terima kasih atas semuanya,
terima kasih menjadi sobat terbaikku...
Dari kalianlah aku tahu dan mengerti arti sebuah sahabat.